Selasa, 07 Februari 2017

Asean



Association of South East Asian Nations
(ASEAN)


1.      Pembentukan ASEAN
            Salah satu bagian wilayah Benua Asia adalah Asia Tenggara. Secara geografis kawasan Asia Tenggara terletak di antara 29 derajat Lintang Utara sampai dengan 11 derajat Lintang Selatan. Serta di antara 93 derajat Bujur Timur sampai dengan 141 Bujur Timur. Di sebelah utara berbatasan dengan Cina, sebelah timur berbatasan dengan Papua Nugini, sebelah barat dan selatan berbatasan dengan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.
            Wilayah Asia Tenggara terletak pada posisi yang strategis. Wilayah tersebut  merupakan jalur lalu lintas internasional yang sangat ramai. Letaknya diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia serta jalur lalu lintas antara Benua Asia dan Benua Australia.
2.      Indonesia Berada di Kawasan Asia Tenggara
            Indonesia berada di kawasan Asia Tenggara. Di kawasan ini terdapat negara-negara lain seperti Malaysia, Brunai Darussalam, Singapura, Thailand, Filipina, Laos, Myanmar, dan Kamboja. Perhatikan peta negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Dapatkah kamu menemukan negara-negara tersebut?        
            Sebagaimana hidup bertetangga, hubungan dengan negara-negara tetangga harus terjalin dengan baik. Kita harus saling menghormati dan bekerjasama menjaga keamanan kawasan. Jika negara tetangga membutuhkan bantuan, kita harus memberikan bantuan sesuai kemampuan kita. Semua ini penting dalam rangka menciptakan perdamaian, stabilitas, dan kemajuan ekonomi kawasan.       

3.      Mengapa Ada Kerja sama Antarnegara Asia Tenggara?        
Hubungan suatu negara dengan negara lain tidak lepas dari kepentingan nasional negara masing-masing. Semua negara tentu ingin menjadi maju dan sejahtera. Namun untuk menjadi maju dan sejahtera, suatu negara membutuhkan negara lain karena beberapa alasan berikut.
a. Perbedaan Kondisi Geografis         
            Meski sama-sama berada di Asia Tenggara, setiap negara memiliki kekayaan alam yang berbeda-beda. Indonesia memiliki wilayah yang amat luas. Sementara Singapura dan Brunai Darussalam memiliki wilayah yang sempit. Brunai memiliki kekayaan minyak bumi yang besar tetapi Singapura tidak. Jadi setiap negara harus bekerja sama dengan negara lain. Hal tersebut dikarenakan setiap negara membutuhkan barang dari negara lain.
b. Perbedaan dalam Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi         
            Perbedaan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong kerja sama di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, industri, dan bidang lainnya yang membutuhkan keahlian dan mesin-mesin modern. Sebagai contoh, Singapura terkenal maju dalam bidang pendidikan. Pelajar Indonesia dengan demikian dapat belajar ke Singapura daripada jauh-jauh belajar ke Amerika serikat. Namun sebaliknya, karena Indonesia memiliki daerah pertanian dan lautan yang luas, negara lain dapat belajar mengenai teknik pertanian dari Indonesia.
c. Politik dan Keamanan        
            Kerja sama seringkali dilakukan karena kesamaan paham politik. Tujuan kerjasama ini adalah untuk mengakrabkan hubungan kedua negara. Dapat juga digunakan untuk melindungi kepentingan politik negara-negara penganut paham yang sama terhadap paham politik lainnya.        Kesadaran akan saling tolongmenolong, berada dalam kawasan yang sama, dan menjaga keamanan bersama juga dapat menumbuhkan kerja sama. Hubungan kerja sama antarnegara dalam suatu kawasan dapat dilakukan antara lain melalui latihan militer bersama atau patroli bersama di laut.
d. Kesamaan dalam Berbagai Hal      
             Terkadang bukan perbedaan yang membuat kita bekerja sama dengan negara tetangga. Persamaan posisi, kebudayaan, asal-usul, dapat mendorong terjalinnya kerja sama. Meskipun terdapat beragam alasan untuk  bekerja sama dengan negara lain, kerja sama itu haruslah membawa manfaat. Beragam manfaat bisa kita petik dari kerjasama dengan negara lain. Manfaat itu antara lain kebutuhan hidup dapat terpenuhi. Selain itu, kita dapat bertukar pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan teknologi. Melalui pertukaran itu, kualitas sumber daya manusia kita dapat meningkat.


4. Kerja sama ASEAN
a. Pembentukan ASEAN
            Pada tanggal 8 agustus 1967, lima menteri luar negeri dari Indonesia, Thailand, singapura, Filipina, dan Malaysia bertemu di Bangkok. Pertemuan tersebut kemudian menghasilkan kesepakatan berupa pendirian Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Berdirinya ASEAN ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Bangkok oleh kelima delegasi dari masing-masing negara. Kelima orang tersebut antara lain:
1. Adam Malik, menteri luar negeri Indonesia;
2. Tuanku Abdul Razak, menteri luar negeri Malaysia;
3. Thanat Khoman, menteri luar negeri Thailand;
4. Narcisco Ramos, menteri luar negeri Filipina;
5. Rajaratnam, menteri luar negeri Singapura.
           
b. Deklarasi Bangkok 
    Deklarasi Bangkok menjadi tujuan ASEAN
  1. mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan kebudayaan di kawasan asia Tenggara;
  2. meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional;
  3. meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan  bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi;
  4. memelihara kerja sama yang erat di tengah-tengah organisasi regional dan internasional yang ada.
  5. meningkatkan kerja sama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara.
c. Sifat Keanggotaan ASEAN      
            Sifat keanggotaan ASEAN adalah terbuka bagi semua negara di kawasan Asia Tenggara. Keikutsertaan suatu negara ditandai dengan kesepakatan terhadap asas-asas dan tujuan ASEAN. Seajak tanggal 7 Januari 1984, atas persetujuan kelima anggota ASEAN, Brunai Darussalam masuk sebagai anggota baru yang keenam dalam ASEAN.        Pada tanggal 28 Juli 1995, Vietnam resmi disetujui sebagai anggota ASEAN yang ketujuh. Laos dan Myanmar masuk sebagai anggota ASEAN yang kedelapan dan kesembilan pada tanggal 23 juli 1997. Kemudian pada tanggal 16 Desember 1998, Kamboja masuk menjadi anggota ASEAN yang kesepuluh.

d. Sekretariat ASEAN
            Guna menunjang kelancaran organisasi, maka pada tanggal 7 Juni 1976 dibentuk Sekretariat ASEAN. Sekretariat ASEAN dipimpin oleh Sekretaris Jenderal dengan masa jabatan dua tahun. Sekretaris Jenderal dipilih oleh menteri luar negeri negara-negara anggota ASEAN. Sekretariat ASEAN berkedudukan di Indonesia, tepatnya di jalan Sisingamangaraja, Jakarta. Sekretaris Jenderalmempunyai tugas menyiapkan segala administrasi serta mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh organisasi ASEAN. Sedangkan kewajibannya adalah mengadakan koordinasi dengan badan-badan ASEAN. Tokoh-tokoh yang pernah menduduki jabatan Sekretaris Jenderal ASEAN adalah:
1) H.R. Dharsono dari Indonesia menjabat tahun 1977 - 1978.
2) Umarjadi Nyotowijono dari Indonesia menjabat tahun 1978 - 1979.
3) Datuk Ali bin Abdullah dari Malaysia menjabat tahun 1979 - 1981.
4) Narcisco Reyes dari Filipina menjabat tahun 1981 - 1983.
5) Chan Kai Yau dari Singapura menjabat tahun 1983 - 1985.
6) Phan Wamamethe dari Thailand menjabat tahun 1985 - 1986.
7) Roderick Yong dari Brunei Darussalam menjabat tahun 1986 - 1989.
8) Rusli Noor dari Indonesia menjabat tahun 1989 - 1992.                                                         
9) Datuk Ajit Singh dari Malaysia menjabat tahun 1992 - 1998.
10) Rodolfo C. Severini Jr. dari Filipina menjabat tahun 1998 - 2002.
11) Ong Keng Yong dari Singapura menjabat tahun 2002 - 2007.
12) Surin Pitsuwan dari Thailand menjabat tahun 2008 - sekarang.
       
e. Struktur Organisasi ASEAN      
Struktur organisasi ASEAN setelah KTT ASEAN di Bali pada tahun 1976 adalah sebagai berikut:
1)      Pertemuan para kepala pemerintahan
Pertemuan ini biasa disebut dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Pertemuan ini merupakan kekuasaan tertinggi di dalam organisasi ASEAN.
2) Sidang tahunan para menteri luar negeri
Sidang ini dilaksanakan secara bergiliran yang disebut
Pertemuan Menteri ASEAN. Sidang ini untuk merumuskan garis kebijakan dan koordinasi kegiatan-kegiatan organisasi ASEAN.
3) Sidang para menteri ekonomi.
Sidang ini dilakukan setahun dua kali untuk merumuskan kebijakan-kebijakan yang menyangkut kerja sama di bidang ekonomi.
4) Sidang para menteri nonekonomi.
Sidang ini dilakukan untuk merumuskan kebijakan yang menyangkut bidang penerangan, kesehatan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
5) Panitia Tetap
Panitia tetap bertugas membuat keputusan dan menjalankan keputusan-keputusan hasil sidang para menteri luar negeri.
6) Komite-komite
Komite-komite bertanggung jawab secara langsung kepada panitia tetap.

f. Bentuk Kerja sama ASEAN
Kerjasama negara-negara ASEAN dilakukan di berbagai bidang, antara lain dalam bidang politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, dan lain-lain. Kerja sama ini harus menghormati prinsip-prinsip dalam Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara. Perjanjian ini ditandatangani pada tanggal 24 Februari 1976 di Bali. Isi dari perjanjian tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional dan identitas nasional setiap negara;
2. Tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain;
3. Penyelesaian sengketa dengan cara-cara damai;
4. Menghindari penggunaan atau ancaman melalui kekuatan militer;
5. Kerja sama yang efektif antarnegara anggota.

1). Kerja sama Bidang Politik dan Keamanan
            Hubungan kerja sama negara-negara anggota ASEAN dalam bidang politik dan keamanan diarahkan untuk menciptakan stabilitas kawasan. Stabilitas kawasan diperlukan untuk mendukung pembangunan nasional di masing-masing negara anggota. Itulah mengapa segala bentuk konflik atau sengketa yang terjadi di antara negara anggota ASEAN harus diselesaikan dengan cara-cara damai.
            Berbagai usaha untuk menciptakan stabilitas di kawasan Asia Tenggara ditempuh melalui penandatanganan berbagai dokumen atau kesepakatan, antara lain:
a. Perjanjian mengenai kawasan damai, bebas dan netral atau Zone of Peace, Freedom, and Neutrality (ZOPFAN) atau dikenal dengan Deklarasi Kuala Lumpur pada tanggal 27 November 1971. Perjanjian ini berisikan keinginan untuk menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai kawasan yang damai, bebas dan netral.
b. Perjanjian persahabatan dan kerja sama di Asia Tenggara (Treaty of Amity and Cooperation in South-east Asia) pada tanggal 24 Februari 1976 di Bali.
c. Perjanjian kawasan bebas senjata nuklir pada tanggal 15 Desember 1997 di Bangkok.Perjanjian ini melarang masingmasing negara anggota ASEAN untuk mengembangkan, memproduksi, atau memiliki senjata nuklir. Bahkan juga melarang menjadi tempat persinggahan senjata nuklir, dan melakukan uji coba nuklir.
d. Komunitas keamanan ASEAN pada tanggal 7 Oktober 2003 di Bali. Pembentukan  komunitas keamanan ASEAN datang atas prakarsa Indonesia. Melalui komunitas keamanan ASEAN akan didirikan sebuah pusat untuk memerangi terorisme, pelatihan pasukan penjaga perdamaian, dan pertemuan secara teratur antara polisi dan menteri pertahanan ASEAN.
ASEAN menginginkann kerja sama dalam bidang politik dan keamanan lebih luas lagi. Pada tahun 1991, ASEAN membentuk ASEAN Regional Forum (ARF). Forum ini mengikutkan negaranegara lain di luar kawasan Asia Tenggara, antara lain Australis, Jepang, Amerika Serikat, Rusia, Korea Selatan, Korea Utara, Cina, dan Kanada.
2)Kerja Sama Ekonomi
            Pada awal pembentukannya perdagangan barang dan jasa antar negara ASEAN masih sangat kecil. Oleh karena itu kerja sama ekonomi diarahkan untuk meningkatkan volume perdagangan dan pertukaran jasa antar anggota. Bentuk kerja sama ini antara lain berupa penerapan tarif khusus bagi barang dan jasa sesama negara anggota ASEAN.
            KTT ASEAN IV di Singapura pada tahun 1992 meluncurkan gagasan untuk menerapkan kawasan perdagangan bebas yang dikenal dengan AFTA (ASEAN Free Trade Area). Tujuan pembentukan kawasan ini adalah untuk meningkatkan daya saing kawasan agar mampu bersaing dengan negara atau kawasan lainnya. Usaha ini dicapai melalui penghapusan tarif ataupun hambatan-hambatan lainnya dalam rangka meningkatkan efisiensi ekonomi, produktivitas dan daya saing.
            Kerja sama ekonomi juga dilakukan melalui pembentukan kawasan pertumbuhan. Pembentukan kawasan pertumbuhan ini antara lain bertujuan untuk meningkatkan perdagangan, investasi, pariwisata, perkebunan, dan perikanan pada suatu kawasan. Pembentukan kawasan pertumbuhan antara Indonesia dengan negara-negara anggota ASEAN antara lain adalah BIMP-EAGA (Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipines-East ASEAN Growt Area) dan IMT-GT (Indonesia, Malaysia, and Thailand-Growth Triangle).
            Gagasan pembentukan BIMP-EAGA datang dari Presiden Fidel Ramos (Filipina) dan diresmikan tahun 1994. Kawasan pertumbuhan BIMP-EAGA mencakup:
1. Brunai Darussalam;
2. Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua (Indonesia);
3. Sabah, Sarawak, dan Labuhan (Malaysia); 4. Mindanao dan Palawan (Filipina).
            Sedangkan IMT-GT didirikan oleh Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Kerja sama ini diresmikan pada pertemuan pertama Tingkat Menteri IMT-GT di Langkawi, Malaysia, pada tanggal 20 Juli 1993. Kawasan IMT-GT mencakup antara lain sebagai berikut:
1. Sumatera Utara dan Aceh (Indonesia);
2. Kedah, Perlis, Penang, dan Perak (Malaysia);
3. Satun, Narathiwat, Yala, Songkhla, dan Pattani (Thailand).
            Pada tahun 1997, kepala negara dan pemerintahan negaranegara anggota ASEAN menginginkan integrasi ekonomi kawasan lebih jauh lagi. Integrasi dilakukakn untuk mengurangi hambatan fisik dalam aliran barang, jasa, dan investasi, dari suatu negara ke negara lain masih dalam satu kawasan. Langkah ini dilakukan antara lain melalui pengembangan jaringan transportasi ASEAN.
Berikut adalah beberapa contoh hasil kerja sama antarnegara anggota ASEAN.
1) Pabrik pupuk urea di Malaysia.
2) Pabrik abu soda di Thailand.
3)  Pabrik tembaga dan superfosfat di Filipina.
4) Pabrik pupuk urea di Aceh.
5) Pabrik diesel dan pabrik vaksin di Singapura.
6) PT. Pusri di Palembang, Indonesia.
7) Pabrik vaksin di Singapur.
4)Kerja Sama Sosial Budaya     
             Kerja sama sosial budaya yang akhirnya berganti istilah menjadi kerja sama fungsional (Deklarasi Manila, 15 Desember 1987). Mencakup bidang penerangan, kebudayaan, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, pembangunan pedesaan, pengentasan kemiskinan, ilmu pengetahuan dan teknologi, lingkungan hidup, penanggulangan bencana alam, narkoba, pemuda, dan wanita.


Arti Logo ASEAN







Coba perhatikan lambang ASEAN di atas. Tahukah kamu arti dari lambang tersebut? Sesuai dengan perkembangan organisasi ASEAN, logo atau lambang ASEAN memiliki empat warna. Makna dari logo atau lambang ASEAN tersebut adalah sebagai berikut:
1) Ikatan sepuluh untai padi menggambarkan cita-cita pendiri ASEAN untuk bekerja sama antarnegara anggota dalam solidaritas.
2) Lingkaran menggambarkan persatuan ASEAN.
 3) Warna biru pada lingkaran luar menggambarkan kedamaian dan kestabilan.
4) Warna merah pada dasar logo mengambarkan keberanian dan kedinamisan.
5) Warna putih pada lingkaran dalam menggambarkan kesucian.
6) Warna kuning dari untaian padi menggambarkan kemakmuran.

Peranan Indonesia dalam ASEAN
Berikut ini adalah beberapa peran Indonesia di kawasan Asia Tenggara:
1. Indonesia adalah salah satu penggagas lahirnya kerjasama negara- negara ASEAN. Diwakili oleh menteri luar negeri Adam malik, menjelaskan visi Indonesia tentang Kawasan Asia Tenggara yang Mandiri.
2. Sebagai penyelenggara Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN I di Denpasar, Bali pada tanggal 23-24 Februari 1976. Dalam KTT tersebut menghasilkan Deklarasi Kesepakatan ASEAN.
3. Mengirim pasukan perdamaiann PBB yang dikenal dengan Pasukan Garuda. Pengiriman Pasukan Garuda IV dan V untuk menyelesikan konflik perang saudara di Vietnam pada tahun 1973 dan 1974.
4. Indonesia merupakan penggagas Komunitas Keamanan ASEAN. Komunitas keamanan ASEAN meliputi kerja sama pertahanan, kejahatan lintas negara,terorisme, separatisme, dan sebagainya.
5. Perlindungan HAM. Indonesia ikut mendorong negara-negara ASEAN agar lebih demokratis dan menghargai HAM. Indonesia gigih mendorong Myanmar agar lebih demokratis dan menghargai HAM rakyatnya.
6. Memfasilitasi perdamaian pemerintah Filipina dengan Gerakan Pembebasan Moro. Atas permintaan dari pemerintah Filipina, Indonesia membantu usaha perdamaian antara pemerintah Filipina dengan gerakan pembebasan Muslim Moro. Beberapa pertemuan antara keduanya berlangsung pada tahun 1974. Pemerintah Indonesia menginginkan agar pemerintah Filipina dapat menjamin kebebasan beragama, terutama bagi umat muslim dan dapat hidup berdampingan secara damai di Filipina.
7. Mendamaikan Kamboja. Indonesia aktif berperan dalam mendamaikan pihak-pihak yang bertikai di Kamboja dengan mengusulkan sebuah pertemuan informal di Jakarta atau Jakarta Informal Meeting pada tahun 1988. Pertemuan ini kemudian membuka jalan untuk memasuki konferensi perdamaian di Paris pada tahun 1989. Pada tahun 1992, Indonesia kembali mengirimkan pasukan penjaga perdamaian di Kamboja.
8. Ikut berperan aktif dalam menjalin hubungan ASEAN dan negaranegara maju khususnya di bidang ekonomi. Misalnya diselenggarakan KTT ASEAN Cina tahun 2006.



“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal…”

Daftar Pustaka
Setiati, Fajar, 2008. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Pusat Perbukuan.
Murwatai, Teguh, 2009. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Pusat Perbukuan.
Prayoga, Ati, 2009. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Pusat Perbukuan.
Halili, Dwi, 2009. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Pusat Perbukuan.
www.id.wikipedia.org. ASEAN. Diunduh bulan Januari 2014.

Untuk menambah wawasan, mari saksikan video berikut!