Association of South East Asian Nations
(ASEAN)
1.
Pembentukan ASEAN
Salah satu bagian wilayah Benua Asia
adalah Asia Tenggara. Secara geografis kawasan Asia Tenggara terletak di antara
29 derajat Lintang Utara sampai dengan 11 derajat Lintang Selatan. Serta di
antara 93 derajat Bujur Timur sampai dengan 141 Bujur Timur. Di sebelah utara
berbatasan dengan Cina, sebelah timur berbatasan dengan Papua Nugini, sebelah
barat dan selatan berbatasan dengan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.
Wilayah
Asia Tenggara terletak pada posisi yang strategis. Wilayah tersebut merupakan jalur lalu lintas internasional
yang sangat ramai. Letaknya diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia serta
jalur lalu lintas antara Benua Asia dan Benua Australia.
2.
Indonesia Berada di Kawasan Asia
Tenggara
Indonesia
berada di kawasan Asia Tenggara. Di kawasan ini terdapat negara-negara lain
seperti Malaysia, Brunai Darussalam, Singapura, Thailand, Filipina, Laos,
Myanmar, dan Kamboja. Perhatikan peta negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Dapatkah kamu menemukan negara-negara tersebut?
Sebagaimana
hidup bertetangga, hubungan dengan negara-negara tetangga harus terjalin dengan
baik. Kita harus saling menghormati dan bekerjasama menjaga keamanan kawasan.
Jika negara tetangga membutuhkan bantuan, kita harus memberikan bantuan sesuai
kemampuan kita. Semua ini penting dalam rangka menciptakan perdamaian,
stabilitas, dan kemajuan ekonomi kawasan.
3.
Mengapa Ada Kerja sama Antarnegara
Asia Tenggara?
Hubungan suatu negara dengan negara
lain tidak lepas dari kepentingan
nasional negara masing-masing. Semua negara tentu ingin menjadi maju dan
sejahtera. Namun untuk menjadi maju dan sejahtera, suatu negara membutuhkan
negara lain karena beberapa alasan berikut.
a.
Perbedaan Kondisi Geografis
Meski sama-sama berada di Asia
Tenggara, setiap negara memiliki kekayaan alam yang berbeda-beda. Indonesia
memiliki wilayah yang amat luas. Sementara Singapura dan Brunai Darussalam
memiliki wilayah yang sempit. Brunai memiliki kekayaan minyak bumi yang besar
tetapi Singapura tidak. Jadi setiap negara harus bekerja sama dengan negara
lain. Hal tersebut dikarenakan setiap negara membutuhkan barang dari negara
lain.
b.
Perbedaan dalam Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perbedaan dalam penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi mendorong kerja sama di bidang pendidikan,
ketenagakerjaan, industri, dan bidang lainnya yang membutuhkan keahlian dan
mesin-mesin modern. Sebagai contoh, Singapura terkenal maju dalam bidang pendidikan.
Pelajar Indonesia dengan demikian dapat belajar ke Singapura daripada jauh-jauh
belajar ke Amerika serikat. Namun sebaliknya, karena Indonesia memiliki daerah
pertanian dan lautan yang luas, negara lain dapat belajar mengenai teknik
pertanian dari Indonesia.
c.
Politik dan Keamanan
Kerja sama seringkali dilakukan
karena kesamaan paham politik. Tujuan kerjasama ini adalah untuk mengakrabkan
hubungan kedua negara. Dapat juga digunakan untuk melindungi kepentingan
politik negara-negara penganut paham yang sama terhadap paham politik
lainnya. Kesadaran akan saling
tolongmenolong, berada dalam kawasan yang sama, dan menjaga keamanan bersama
juga dapat menumbuhkan kerja sama. Hubungan kerja sama antarnegara dalam suatu
kawasan dapat dilakukan antara lain melalui latihan militer bersama atau
patroli bersama di laut.
d. Kesamaan dalam Berbagai Hal
Terkadang bukan perbedaan yang membuat kita
bekerja sama dengan negara tetangga. Persamaan posisi, kebudayaan, asal-usul,
dapat mendorong terjalinnya kerja sama. Meskipun terdapat beragam alasan
untuk bekerja sama dengan negara lain,
kerja sama itu haruslah membawa manfaat. Beragam manfaat bisa kita petik dari
kerjasama dengan negara lain. Manfaat itu antara lain kebutuhan hidup dapat
terpenuhi. Selain itu, kita dapat bertukar pengalaman, pengetahuan,
keterampilan, dan teknologi. Melalui pertukaran itu, kualitas sumber daya
manusia kita dapat meningkat.
4. Kerja sama ASEAN
a. Pembentukan ASEAN
Pada tanggal 8 agustus 1967, lima
menteri luar negeri dari Indonesia, Thailand, singapura, Filipina, dan Malaysia
bertemu di Bangkok. Pertemuan tersebut kemudian menghasilkan kesepakatan berupa
pendirian Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Berdirinya ASEAN
ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Bangkok oleh kelima delegasi dari
masing-masing negara. Kelima orang tersebut antara lain:
1. Adam
Malik, menteri luar negeri Indonesia;
2.
Tuanku Abdul Razak, menteri luar negeri Malaysia;
3.
Thanat Khoman, menteri luar negeri Thailand;
4.
Narcisco Ramos, menteri luar negeri Filipina;
5.
Rajaratnam, menteri luar negeri Singapura.
b.
Deklarasi Bangkok
Deklarasi Bangkok menjadi tujuan ASEAN
Deklarasi Bangkok menjadi tujuan ASEAN
- mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan kebudayaan di kawasan asia Tenggara;
- meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional;
- meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi;
- memelihara kerja sama yang erat di tengah-tengah organisasi regional dan internasional yang ada.
- meningkatkan kerja sama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara.
c. Sifat Keanggotaan ASEAN
Sifat
keanggotaan ASEAN adalah terbuka bagi semua negara di kawasan Asia Tenggara.
Keikutsertaan suatu negara ditandai dengan kesepakatan terhadap asas-asas dan
tujuan ASEAN. Seajak tanggal 7 Januari 1984, atas persetujuan kelima anggota
ASEAN, Brunai Darussalam masuk sebagai anggota baru yang keenam dalam ASEAN. Pada tanggal 28 Juli 1995, Vietnam
resmi disetujui sebagai anggota ASEAN yang ketujuh. Laos dan Myanmar masuk
sebagai anggota ASEAN yang kedelapan dan kesembilan pada tanggal 23 juli 1997.
Kemudian pada tanggal 16 Desember 1998, Kamboja masuk menjadi anggota ASEAN
yang kesepuluh.
d.
Sekretariat ASEAN
Guna menunjang
kelancaran organisasi, maka pada tanggal 7 Juni 1976 dibentuk Sekretariat
ASEAN. Sekretariat ASEAN dipimpin oleh Sekretaris Jenderal dengan masa jabatan
dua tahun. Sekretaris Jenderal dipilih oleh menteri luar negeri negara-negara
anggota ASEAN. Sekretariat ASEAN berkedudukan di Indonesia, tepatnya di jalan
Sisingamangaraja, Jakarta. Sekretaris Jenderalmempunyai tugas menyiapkan segala
administrasi serta mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh organisasi
ASEAN. Sedangkan kewajibannya adalah mengadakan koordinasi dengan badan-badan
ASEAN. Tokoh-tokoh yang pernah menduduki jabatan Sekretaris Jenderal ASEAN
adalah:
1) H.R. Dharsono dari Indonesia menjabat tahun 1977 - 1978.
2) Umarjadi Nyotowijono dari Indonesia menjabat tahun 1978 - 1979.
3) Datuk Ali bin Abdullah dari Malaysia menjabat tahun 1979 - 1981.
4) Narcisco Reyes dari Filipina menjabat tahun 1981 - 1983.
5) Chan Kai Yau dari Singapura menjabat tahun 1983 - 1985.
6) Phan Wamamethe dari Thailand menjabat tahun 1985 - 1986.
7) Roderick Yong dari Brunei Darussalam menjabat tahun 1986 - 1989.
8) Rusli Noor dari Indonesia menjabat tahun 1989 - 1992.
9) Datuk Ajit Singh dari Malaysia menjabat tahun 1992 - 1998.
10) Rodolfo C. Severini Jr. dari Filipina menjabat tahun 1998 - 2002.
11) Ong Keng Yong dari Singapura menjabat tahun 2002 - 2007.
12) Surin Pitsuwan dari Thailand menjabat tahun 2008 - sekarang.
e.
Struktur Organisasi ASEAN
Struktur
organisasi ASEAN setelah KTT ASEAN di Bali pada tahun 1976 adalah sebagai berikut:
1) Pertemuan
para kepala pemerintahan
Pertemuan ini biasa disebut dengan Konferensi Tingkat
Tinggi (KTT).
Pertemuan ini merupakan kekuasaan tertinggi di dalam organisasi ASEAN.
2)
Sidang tahunan para menteri luar negeri
Sidang
ini dilaksanakan secara bergiliran yang disebut
Pertemuan
Menteri ASEAN. Sidang ini untuk merumuskan garis kebijakan dan koordinasi
kegiatan-kegiatan organisasi ASEAN.
3)
Sidang para menteri ekonomi.
Sidang
ini dilakukan setahun dua kali untuk merumuskan kebijakan-kebijakan yang
menyangkut kerja sama di bidang ekonomi.
4)
Sidang para menteri nonekonomi.
Sidang
ini dilakukan untuk merumuskan kebijakan yang menyangkut bidang penerangan,
kesehatan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
5)
Panitia Tetap
Panitia tetap bertugas membuat keputusan dan menjalankan
keputusan-keputusan hasil sidang para menteri luar negeri.
6)
Komite-komite
Komite-komite bertanggung jawab secara langsung kepada
panitia tetap.
f. Bentuk Kerja sama ASEAN
Kerjasama negara-negara ASEAN dilakukan di berbagai bidang, antara lain dalam
bidang politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, dan lain-lain. Kerja sama ini
harus menghormati prinsip-prinsip dalam Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama
di Asia Tenggara. Perjanjian ini ditandatangani pada tanggal 24 Februari 1976
di Bali. Isi dari perjanjian tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas
wilayah nasional dan identitas nasional setiap negara;
2. Tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain;
3. Penyelesaian sengketa dengan cara-cara damai;
4. Menghindari penggunaan atau ancaman melalui kekuatan militer;
5. Kerja sama yang efektif antarnegara anggota.
1).
Kerja sama Bidang Politik dan Keamanan
Hubungan kerja sama negara-negara
anggota ASEAN dalam bidang politik dan keamanan diarahkan untuk menciptakan
stabilitas kawasan. Stabilitas kawasan diperlukan untuk mendukung pembangunan
nasional di masing-masing negara anggota. Itulah mengapa segala bentuk konflik
atau sengketa yang terjadi di antara negara anggota ASEAN harus diselesaikan
dengan cara-cara damai.
Berbagai usaha untuk menciptakan
stabilitas di kawasan Asia Tenggara ditempuh melalui penandatanganan berbagai
dokumen atau kesepakatan, antara lain:
a. Perjanjian mengenai kawasan damai, bebas dan netral atau Zone
of Peace, Freedom, and Neutrality (ZOPFAN) atau dikenal dengan Deklarasi
Kuala Lumpur pada tanggal 27 November 1971. Perjanjian ini berisikan keinginan
untuk menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai kawasan yang damai, bebas dan
netral.
b. Perjanjian persahabatan dan kerja sama di Asia Tenggara (Treaty
of Amity and Cooperation in South-east Asia) pada tanggal 24 Februari 1976
di Bali.
c. Perjanjian kawasan bebas senjata nuklir pada tanggal 15
Desember 1997 di Bangkok.Perjanjian ini melarang masingmasing negara anggota
ASEAN untuk mengembangkan, memproduksi, atau memiliki senjata nuklir. Bahkan
juga melarang menjadi tempat persinggahan senjata nuklir, dan melakukan uji
coba nuklir.
d. Komunitas keamanan
ASEAN pada tanggal 7 Oktober 2003 di Bali. Pembentukan komunitas keamanan ASEAN datang atas prakarsa
Indonesia. Melalui komunitas keamanan ASEAN akan didirikan sebuah pusat untuk
memerangi terorisme, pelatihan pasukan penjaga perdamaian, dan pertemuan secara
teratur antara polisi dan menteri pertahanan ASEAN.
ASEAN menginginkann kerja sama dalam bidang
politik dan keamanan lebih luas lagi. Pada tahun 1991, ASEAN membentuk ASEAN
Regional Forum (ARF). Forum ini mengikutkan negaranegara lain di luar
kawasan Asia Tenggara, antara lain Australis, Jepang, Amerika Serikat, Rusia,
Korea Selatan, Korea Utara, Cina, dan Kanada.
2)Kerja
Sama Ekonomi
Pada awal
pembentukannya perdagangan barang dan jasa
antar negara ASEAN masih sangat kecil. Oleh karena itu kerja
sama ekonomi diarahkan untuk meningkatkan volume perdagangan dan pertukaran
jasa antar anggota. Bentuk kerja sama ini antara lain berupa penerapan tarif
khusus bagi barang dan jasa sesama negara anggota ASEAN.
KTT ASEAN IV di
Singapura pada tahun 1992 meluncurkan gagasan untuk menerapkan kawasan
perdagangan bebas yang dikenal dengan AFTA (ASEAN Free Trade Area).
Tujuan pembentukan kawasan ini adalah untuk meningkatkan daya saing kawasan
agar mampu bersaing dengan negara atau kawasan lainnya. Usaha ini dicapai
melalui penghapusan tarif ataupun hambatan-hambatan lainnya dalam rangka
meningkatkan efisiensi ekonomi, produktivitas dan daya saing.
Kerja sama
ekonomi juga dilakukan melalui pembentukan kawasan pertumbuhan. Pembentukan
kawasan pertumbuhan ini antara lain bertujuan untuk meningkatkan perdagangan,
investasi, pariwisata, perkebunan, dan perikanan pada suatu kawasan.
Pembentukan kawasan pertumbuhan antara Indonesia dengan negara-negara anggota
ASEAN antara lain adalah BIMP-EAGA (Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia,
Philipines-East ASEAN Growt Area) dan IMT-GT (Indonesia, Malaysia, and
Thailand-Growth Triangle).
Gagasan
pembentukan BIMP-EAGA datang dari Presiden Fidel Ramos (Filipina) dan
diresmikan tahun 1994. Kawasan pertumbuhan BIMP-EAGA mencakup:
1. Brunai Darussalam;
2. Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua (Indonesia);
3. Sabah, Sarawak, dan Labuhan (Malaysia); 4. Mindanao dan
Palawan (Filipina).
Sedangkan
IMT-GT didirikan oleh Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Kerja sama ini
diresmikan pada pertemuan pertama Tingkat Menteri IMT-GT di Langkawi, Malaysia,
pada tanggal 20 Juli 1993. Kawasan IMT-GT mencakup antara lain sebagai berikut:
1. Sumatera Utara dan Aceh (Indonesia);
2. Kedah, Perlis, Penang, dan Perak (Malaysia);
3. Satun, Narathiwat, Yala, Songkhla, dan Pattani (Thailand).
Pada
tahun 1997, kepala negara dan pemerintahan negaranegara anggota ASEAN
menginginkan integrasi ekonomi kawasan lebih jauh lagi. Integrasi dilakukakn
untuk mengurangi hambatan fisik dalam aliran barang, jasa, dan investasi, dari
suatu negara ke negara lain masih dalam satu kawasan. Langkah ini dilakukan
antara lain melalui pengembangan jaringan transportasi ASEAN.
Berikut adalah beberapa contoh hasil kerja sama antarnegara
anggota ASEAN.
1) Pabrik pupuk urea di Malaysia.
2) Pabrik abu soda di Thailand.
3) Pabrik tembaga dan
superfosfat di Filipina.
4) Pabrik pupuk urea di Aceh.
5) Pabrik diesel dan pabrik vaksin di Singapura.
6) PT. Pusri di Palembang, Indonesia.
7) Pabrik vaksin di Singapur.
4)Kerja
Sama Sosial Budaya
Kerja sama sosial budaya yang akhirnya
berganti istilah menjadi kerja sama fungsional (Deklarasi Manila, 15 Desember
1987). Mencakup bidang penerangan, kebudayaan, pendidikan, kesehatan,
ketenagakerjaan, pembangunan pedesaan, pengentasan kemiskinan, ilmu pengetahuan
dan teknologi, lingkungan hidup, penanggulangan bencana alam, narkoba, pemuda,
dan wanita.
Arti
Logo ASEAN
Coba perhatikan lambang
ASEAN di atas. Tahukah kamu arti dari lambang tersebut? Sesuai dengan
perkembangan organisasi ASEAN, logo atau lambang ASEAN memiliki empat warna.
Makna dari logo atau lambang ASEAN tersebut adalah sebagai berikut:
1) Ikatan sepuluh untai padi
menggambarkan cita-cita pendiri ASEAN untuk bekerja sama antarnegara anggota dalam solidaritas.
2) Lingkaran menggambarkan
persatuan ASEAN.
3) Warna biru pada lingkaran luar
menggambarkan kedamaian dan kestabilan.
4) Warna merah pada dasar
logo mengambarkan keberanian dan kedinamisan.
5) Warna putih pada
lingkaran dalam menggambarkan kesucian.
6) Warna kuning dari
untaian padi menggambarkan kemakmuran.
Peranan Indonesia dalam ASEAN
Berikut ini
adalah beberapa peran Indonesia di kawasan Asia Tenggara:
1. Indonesia adalah salah satu penggagas lahirnya kerjasama
negara- negara ASEAN. Diwakili oleh menteri luar negeri Adam malik,
menjelaskan visi Indonesia tentang Kawasan Asia Tenggara yang Mandiri.
2. Sebagai
penyelenggara Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN I di Denpasar, Bali pada tanggal
23-24 Februari 1976. Dalam KTT tersebut menghasilkan Deklarasi Kesepakatan
ASEAN.
3. Mengirim pasukan
perdamaiann PBB yang dikenal dengan Pasukan Garuda. Pengiriman Pasukan Garuda
IV dan V untuk menyelesikan konflik perang saudara di Vietnam pada tahun 1973
dan 1974.
4. Indonesia merupakan penggagas Komunitas Keamanan ASEAN.
Komunitas keamanan ASEAN meliputi kerja sama pertahanan, kejahatan lintas
negara,terorisme, separatisme, dan sebagainya.
5. Perlindungan HAM. Indonesia ikut
mendorong negara-negara ASEAN agar lebih demokratis dan menghargai HAM.
Indonesia gigih mendorong Myanmar agar lebih demokratis dan menghargai HAM
rakyatnya.
6. Memfasilitasi perdamaian
pemerintah Filipina dengan Gerakan Pembebasan Moro. Atas permintaan dari
pemerintah Filipina, Indonesia membantu usaha perdamaian antara pemerintah
Filipina dengan gerakan pembebasan Muslim Moro. Beberapa pertemuan antara
keduanya berlangsung pada tahun 1974. Pemerintah Indonesia menginginkan agar
pemerintah Filipina dapat menjamin kebebasan beragama, terutama bagi umat
muslim dan dapat hidup berdampingan secara damai di Filipina.
7.
Mendamaikan Kamboja. Indonesia aktif berperan dalam mendamaikan pihak-pihak
yang bertikai di Kamboja dengan mengusulkan sebuah pertemuan informal di
Jakarta atau Jakarta Informal Meeting pada tahun 1988. Pertemuan ini
kemudian membuka jalan untuk memasuki konferensi perdamaian di Paris pada tahun
1989. Pada tahun 1992, Indonesia kembali mengirimkan pasukan penjaga perdamaian
di Kamboja.
8. Ikut berperan aktif dalam menjalin
hubungan ASEAN dan negaranegara maju khususnya di bidang ekonomi. Misalnya
diselenggarakan KTT ASEAN Cina tahun 2006.
“Hai
manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu
saling kenal mengenal…”
Daftar Pustaka
Setiati, Fajar, 2008. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta:
Pusat Perbukuan.
Murwatai, Teguh, 2009. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta:
Pusat Perbukuan.
Prayoga, Ati, 2009. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta:
Pusat Perbukuan.
Halili, Dwi, 2009. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta:
Pusat Perbukuan.
www.id.wikipedia.org.
ASEAN. Diunduh bulan Januari 2014.
Untuk menambah wawasan, mari saksikan video berikut!


